Main kemanapun yang kamu mau! Bentar Aja...

Tempat

TRIP MADURA DAN BROMO DALAM 24 JAM

Termasuk dadakan juga sih merencanakan trip ini. Di sela-sela perjalanan kerja, disempetin lah buat mengunjungi kota terdekat yang asyik buat disambangi. Bangkalan-Madura dan menikmati sunrise di Bromo-Probolinggo.

jembatan suramadu

Karena belum pernah ke Madura, seperti biasa, iman saya goyah saat diajak main bentar ke kota yang juga terkenal dengan ramuan jamu pasutri nya ini. 🙂

Jam 11.31 WIB kami keluar dari hotel. Mobil Hiace beberapa menit kemudian datang menjemput kami.

Sampai di Madura, Hujan Turun Lebat!

Pas banget, kita udah sampai di tempat makan siang yang udah kita bayangin selama perjalanan. Bebek Sinjay.

Bebek Sinjay Madura

Pesan langsung di kasir. Dok; mainbentar

Gile banget deh, antriannya. Karena kita datang pas jam makan siang, jadi antrian agak-agak membludak kayak slankers ngantri jebolan konser.

Dan sayangnya, tempat sebesar ini, dengan peminat yang tinggi, gak punya sistem pemesanan yang baik. Huft.

Gilak, kalo makan di sini, pemesan diwajibkan datang sendiri ke kasir, dan harus mengambil pesanannya sendiri.

Gak heran kalo kelihatan semerawut. Parahnya lagi, pesanan kita disiapkan sesuai nomer urut yang ada di nota pembayaran.

bebek sinjay madura

Maknan kita disiapkan sesuai nomer antrian yang ada di nota. Dok; mainbentar

Yasallam ya boook…, jadinya di depan loket pengambilan makanan, riuh dengan orang-orang yang nunggu dan kelaparan.

Jadi siapin tenaga dan kesabaran kamu ya, kalo mau makan di sini. Apalagi pas jam makan siang.

Harus berebut dengan tamu rombongan.

bebek sinjay madura

saat pesan makanan antri. pengambilan makan juga antri. Dok; mainbentar

Bebek sinjay madura

This is it! Bebek Sinjay Bangkalan. Dok; mainbentar

Setelah dengan sabar menunggu, saya bisa mengambil pesanan akhirnya…, yeaayy! Makan bebek Sinjay yang terkenal itu.

Keliling Bangkalan

Puas makan dan kekenyangan karena agak lebay pesan makannya (yaiyalah. Gak kuat ngantri, jadi pesan 2 porsi karena takut kurang) Kita lanjut lagi ke sentra batik.

Gerimis tipis masih turun saat perjalanan kami menuju pusat kota Bangkalan.

Kami menuju mercusuar, demi memenuhi list tempat yang sudah kami susun. Hujan sudah berhenti tapi mendung masih bergelayut

Syukurnya, waktu kami tiba di Menara suar awan kelabu tersibak, sinar matahari lurus-lusrus menembus celah awan.

mercusuar-bangkalan

Foto dulu di depan menara suar.

mercusuar bangkalan ,madura

Pohon ini berada di sepanjang jalan menuju menara suar. Dok;mainbentar

Pohon-pohon layak unggah di media sosial. Lokasinya di jalan menuju mercusuar.

Ok, karena saya bersama rombongan Oom dan tante, dan semua sudah berkeluarga, jadilah kami berburu jamu, Madura memang sudah terkenal sebagai penghasil jamu pasutri berkhasiat.

Fix, saya yang disuruh mencari tempatnya. Sip….googling dulu.

Berkat bantuan Google, infomasi penjual jamu pasutri Madura ada, dan saya telusuri rekomendasi peta digitalnya.

Gak ketemu. Penonton kecewa.

Ok saya langsung cari tempat lain dari rekomendasi mesin pencaridan mengikuti peta digitalnya. Uhuuyy ternyata ada, dan ketemu. Asooyy….(^o^)

Semuanya heboh… belanja jamu pasutri, membayangkan khasiat yang bakal didapat.

Saya, juga ikut beli..ahaha. Penasaran..😉

Semua senang dengan belanjaannya hari ini, lanjut balik lagi ke Surabaya, ditemani pemandangan Jembatan Suramadu yang asik di malam hari.

jembatan suramadu

keindahan senja yang masih tersisa saat kami melintas Jembatan Suramadu. Dok; mainbentar

Kembali Ke Surabaya

Sambil menunggu satu teman yang akan bergabung untuk wisata sunrise ke Bromo. Alih-alih menghabiskan waktu, kami pun nge-mall !!!

Rencananya, kami akan berangkat menuju Bromo jam 11 malam.

Karena sudah bertemu dengan teman yang terakhir bergabung. Ok, kita brangkat! Lebih awal supaya bisa cepat sampi di rest area dan beristirahat.

Tapi…

Macet bray! Surabaya akhir pekan gituuhh.

Surabaya

Ya..namanya juga akhir pekan. Dok;mainbentar

Sampai di Pasuruan.

Jam 1 dini hari kami beristirahat sebentar di restoran area istirahat yang cukup ramai karena ada hiburan akustik. Sebelumnya dangdut single electone ヽ(^。^)ノ

Gak lama, karena pak supir menyarankan untuk secepatnya berangkat karena harus antri untuk naik jeep menuju Bromo. Kita pun langsung capcus, dan segelas teh jahe tak sempat dihabiskan.

Berebut jalan dengan truk-truk pengangut demi tepat waktu menuju tempat antri jeep. Jalan masuk yang gelap dan sepi…, semua pada tidur, kecuali saya dan supir..

Lagu-lagu Coldplay menemani perjalanan kami. Diselingi suara dengkuran dari salah satu peserta yang tertidur pulas.

keenceng bener ngoroknya.. 😂

Jalan awal masuk emang sepi banget, tapi sesudahnya banyak perumahan warga kok, jangan kuatir.

Jam 2 lebih dikit, kita sampai juga di tempat naik jeep.

Sudah disiapkan 2 jeep untuk kami yang berdelapan orang. Dan yang mau ke Bromo, banyak banget, udah kayak pasar malam deh.

jeep bromo

Ramai banget yang mau naik jeep. Dok; mainbentar

bromo

Sebelum nge-jeep foto-foto dulu lah ya… Dok;mainbentar

Gileee sopir yang membawa kami, ngebut parah! Mana jalannya berkelok dan sesekali menikung tajam pula. Bikin mules-mules gimana gituh.

Butuh waktu 1 jam perjalanan menggunakan jeep untuk sampai di Bukit Cinta, tempat menikamati pemandangan matahari terbit.

saking banyaknya pengunjung, jalanan ampe macet, dan kami lanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki. Niatnya.

Diserbu Tukang Ojek

Gerombolan tukang ojek menyerbu menawarkan jasa antar sampai ke anak tangga Bukit Cinta. Sempat menolak beberapa kali, tiba-tiba dari belakang, teman saya menyuruh saya ikut dalam boncengan.

Rupanya yang lain juga sudah berbonceng tiga. Kayak cabe-cabean! Yaudah aing ikutan deh.. cenglu. Rp 20.000 tarif yang dikenakan per orang untuk ojek sampai di tangga Bukit Cinta.

Ramai banget saat kita sampai di tangga Bukit Cinta.

bromo

Parah! udah kayak pasar malam. Dok; mainbentar

Berunding mau ke penanjakan, kita disibukkan tukang-tukang ojek yang ngerubutin kayak semut, aslik ganggu banget.

akhirnya kita putuskan liat sunrise dari Bukit Cinta aja..

Jam 4 subuh saya sudah sampai di posisi teratas Bukit Cinta, melewati yaa..kira-kira 140an anak tangga. Teman-teman saya enggan untuk sampai ke atas.

Dan di atas udah kayak pasar malam! Buseet rame banget!! Mau nyari spot foto aja ribet. Didominasi dedek-dedek dari Jekardah, yang kalo ngomong tereak…

Biar pada tau kali, kalo mereka anak ibu kota -_-

Menuju waktu matahari terbit, udara dingin makin berasa banget. Sampai kayak menembus tulang. Mana gak pake sarung tangan pula, terpaksa saya squat jump buat menghangatkan tubuh.

Ternyata, lumayan membantu. Badan jadi hangat.

05.00 WIB ufuk sudah bercahaya. Dan saya mulai bisa melihat siluet gunung di depan saya.

Matahari terbit, membuat saya bisa melihat dengan jelas gunung-gunung yang tadi cuma terlihat siuetnya saja. Sempat salah kaprah melihat iklan-iklan pariwisata Indonesia, gunung yang saya kira Gunung Bromo, ternyata bukan. Bromo terletak di nomor dua sebelah kiri, yang masih mengepulkan asap karena statusnya yang masih aktif.

Bromo

Sumber; Kompasiana Dok; mainbentar

Aslik, berebut tempat banget kalo mau dapetin foto yang instagramable di Bukit Cinta ini.

Syukurnya pada saling paham lah ya.. dan emang paling bener sih kalo traveling itu kudu bareng teman, paling tidak 1 orang. Biar ada yang fotoin gituuh.

Dari sini, kita lanjut menuju kawah Bromo dan foto-foto dulu di padang pasirnya. Sebelum nanjak lagi ke kawah Bromo.

Tiba juga kami di parkiran menuju kawah Bromo.

Saya memilih berjalan kaki menuju kawah Bromo, bukannya naik kuda seperti pilihan teman-teman saya. Selain keberatan dengan biaya sewa kuda yang mengenakan tarif Rp 150,000 per orang.

Berjalan kaki menurut saya lebih nyaman, tidak diburu-buru oleh si pemilik kuda yang kejar setoran. Bisa eksplorasi tempat juga kan, dan pastinya lebih banyak foto yang didapat. Sedhaaap

Ini hasil foto-foto yang di dapat saat saya jalan kaki menuju kawah Bromo.

bromo

Dok; mainbentar

naik kuda di bromo

Dok; mainbentar

Bromo

Dok; mainbentar

Bromo

Dok; mainbentar

Bromo

Dok; mainbentar

Meminta bantuan orang yang lewat buat foto dan saling bergantian lumayan asik juga, sebagai tips buat kamu yang bepergian sendiri.

Ok mari kita lanjut menuju 250 anak tangga menuju kawah Bromo. Lumayan juga sih kalo dipikir-pikir 250 anak tangga yang harus didaki, tapi teryata, biasa aja sih..(sombong).

Lagipula, saya pernah naik turun anak tangga yang lebih banyak dengan elevasi yang lebih aduhai di Pantai Green Bowl-Bali

Baca Juga: Pantai Green Bowl-Pecahan Surga Yang Jarang Orang Tahu

Sepertinya, akhir pekan liburan panjang ini, banyak yang berencana datang ke tempat ini. Gilak,sampai di atas, sama aja. Kayak pameran pembangunan!

Bromo

Rame banget! Dok; mainbentar

Bromo

Tapi lumayan, dapet juga pemandangan yang ok, dan sempet swafoto dengan latar kawah Bromo. Dok; mainbentar

Gak lama saya berada di sini, selain panas, saya juga takut nanti teman-teman saya mencari..

buru-buru saya menembus kerumunan wisatawan menuju tangga. Naik ngantri, turun juga harus ngantri.

Waktunya pulang, dan saya juga harus ke tempat kakak saya di Probolinggo, kita sudahi perjalanan ini. Sebenarnya ada Bukit Teletubies juga sih, tapi gak sempat, karena beberapa teman yang harus mengejar penerbangan di bandara Surabaya.

Selamat tinggal Bromo!

Spread the love

4 Comments TRIP MADURA DAN BROMO DALAM 24 JAM

    1. mainbentar

      Hay Mas Himawan,

      Terima kasih sudah mampir. Iya seru banget perjalanan kemarin, karena waktu yang mepet, jadi gak terlalu eksplor Bangkalan deh. Kalo ke Bromo, mendingan liat sunrise nya dari Bukit kingkong aja mas, kalo Bukit Cinta mah wasalam deh, rame banget. Kalo boleh temenan di Instagram juga dong, Mas. Heheheh

    1. mainbentar

      Haaayyyy tanteee,

      makasih looh udah mampir. Beneran deh, saya gak bohong. Udah coba folow berkali-kali gak bisa, dibilangnya this web doesn’t eksis.

Leave A Comment