Destinasi Wisata

Pura Hopping Setelah Puas Dimanjakan Indahnya Sunrise Gunung Batur

Setelah dibuat kagum dengan pemandangan matahari terbit di Puncak Gunung Batur, kami memutuskan untuk turun sebelum matahari terlalu terik. Sembari turun, kami diajak melihat Kawah Gunung Batur yang kalo dilihat secara dekat, bikin jantung deg-degan, serem. Menurut info dari pemandu kami, setiap lima tahun diadakan upacara di sekitar kawah ini, dan memberikan pengorbanan berupa ayam ke kawah ini. Kearifan lokal masyarakat sekitar Gunung Batur untuk menjaga Gunung Batur tetap “baik-baik” saja. Gunung api purba ini dianggap sebagai “ibu” dari Gunung Agung yang sampai saat ini masih berstatus gunung berapi aktif.

camping di gunung batur

Ternyata di Batur juga ada camping ground. letaknya tak jauh dari kawah. Doc; mainbentar

Ojek di Gunung Batur

Ojek dengan menggunakan motor trail ini bisa kamu temui saat setengah perjalanan menuruni Gunung Batur. Dengan tarif Rp 300 ribu sekali jalan, kamu akan diantar sampai parkiran. Dok; mainbentar

Kami menyusuri rute menurun yang berdebu, untungnya rindangnya pepohonan di sana, cukup membantu, karena kaki mulai pegal, beberapa kali kami berhenti untuk beristirahat. Kami sempat bertemu dengan jasa supir ojek motor trail yang dikelola warga, jika tidak lagi kuat berjalan menuju parkiran, kamu bisa menyewa jasa mereka dengan tarif Rp 300.000 sekali jalan. Cukup mahal juga sih. Makanya , siapkan fisik kamu sebelum ke gunung. Karena masih merasa kuat untuk meneruskan perjalanan, melewati rimbunnya hutan yang ada di Gunung Batur. Beberapa kali beristirahat, dengan sabar pemandu kami menunggu sampai kita siap untuk jalan lagi, akhirnya bertemu lagi dengan rute aspal yang kita lewati saat memulai pendakian.

Diangkut Rombongan Ojek Emak-emak

Dua orang dari rombongan kami sudah tidak kuat untuk berjalan menuju parkiran, jadi ya terpaksa kita menyewa jasa ojek di dekat warung tempat kami beristirahat, dan ojek yang ini bukan yang menggunakan motor trail seperti yang kami temui saat turun tadi. Lucunya, supir-supir ojek ini adalah ibu-ibu! Dengan membayar ongkos ojek Rp 50.000/motor kami menuju parkiran melesat di jalan aspal. Lumayan juga sih kalo harus jalan kaki di bawah matahari yang terus naik. Di atas motor, saya membayangkan sedapnya semangkok indomie rebus pakai telur dengan potongan cabai, sllruuupppp, emang paling pas kalo abis naik Gunung Batur, makan mie instant di warung-warung yang ada sana.

Perut kenyang, hati senang, badan pegal. Kami kembali ke penginapan dan beristirahat sebentar, karena masih ada waktu sebelum waktu check out tiba. Menikmati kolam air panas sebentar setelah beristirahat, kami berencana mengunjungi destinasi wisata yang ada di sekitar Gunung Batur.

Melanjutkan Eksplorasi Pura Sekitar Danau Batur

Pura Petirtaan Segara Hulun Danu, menjadi destinasi kami berikutnya. Pura yang terletak di danau ini dibangun sebagai bentuk penghormatan kepada Dewi Danu sebagai dewi sungai atau danau. Untuk menuju kesini, kamu harus melewati jalan masuk sekitar 150 meter dan wajib memakai kamen atau kain penutup, melewati jembatan apung (jeti) di atas danau. Saat melewati jembatan apung, bau tak sedap menguar dari bangkai-bangkai ikan dan sampah di sekitar pura. Bangkai-bangkai ikan ini akibat dari kontaminasi racun yang dipakai beberapa nelayan yang menangkap ikan di sekitar danau. Di sini, ada patung Dewi Danu yang dibangun dengan megahnya, untuk mendekati patung itu, kita harus naik boat yang dikelola oleh warga lokal di sana, dengan tarif Rp 125.000/boat, ya masih masuk akal lah. Gak lama kami naik boat dan melihat-lihat sekitaran patung Dewi Danu, karena tak tahan dengan bau tak sedap yang menusuk hidung.

Pura Petirtaan Hulun Danu Bali

masuk ke area pura ini, diwajibkan memakai kamen atau kain, yang bisa disewa dengan tarif seikhlasnya. Dok; mainbentar

Rupanya, kami salah pura :))

tadinya salah satu teman saya, bermaksud mengunjungi pura yang dia liat di instagram, emang di foto instagram yang dia tunjukkan keren juga sih buat foto-foto. Lalu kami cari lah, pura itu.Tanya-tanya warga sekitar dan ternyata letaknya cukup jauh dari pura yang kita datangi ini, dan letaknya juga sama-sama di pinggir Danau Batur, dengan penyebutan yang mirip-mirip pula.

Jadi kami memutar arah perjalanan kami menuju pura yang dimaksud, karena jalanan yang sempit dan harus melewati pasar tradisional, kami sempat stuck karena beberapa truck besar yang masuk dan kendaraan pengantar sayur, berhenti seenaknya, sampai saya harus menjadi tukang parkir dadakan dan menghalau mobil-mobil yang mau masuk ke area pasar biar gak tambah chaos. Syukurlah tak berlangsung lama, karena warga lokal disana cukup kooperatif.

Akhirnya kami sampai juga di pura yang dimaksud. Emang kece dan instagramble sih buat foto-foto di sini. Nama pura ini adalah Pura Segara Ulun Danu. Nah, mirip-mirip kan, namanya sama pura yang pertama kita datangi?! Tapi apapun, namanya juga perjalanan, semuanya harus dinikmati.

Pura Segara Ulun Danu Batur

Pura Segara Ulun Danu Batur.Dok; mainbentar

Pura Di Sekitar Gunung Batur

Ini adalah daftar pura yang bisa kamu kunjungi setelah mendaki Gunung Batur.Dok; mainbentar

Sebenarnya ada banyak pura di sekitar Danau Batur, yang bisa kamu sambangi satu persatu jika punya cukup waktu. Nah kalo kamu main ke Bali dan berencana mendaki Gunung Batur dan eksplorasi wilayah sekitarnya. Ini referensi untuk pura yang bisa kamu datangi. Jangan lupa siapkan kamen atau kain saat kamu mengunjungi pura. Juga selalu menjaga kebersihan saat kamu traveling dengan tidak membuang sampah sembarangan di destinasi wisata yang kamu kunjungi. Sampai jumpa Teman Main!

Spread the love

2 Comments Pura Hopping Setelah Puas Dimanjakan Indahnya Sunrise Gunung Batur

Jangan lupa meninggalkan komentar. Karena komentar yang kamu tinggalkan, memberi harapan baik untuk blog ini :)