Tempat

Merasakan Bali Yang Lebih Menakjubkan Di Pemuteran

Jika kamu ingin merasakan sesuatu yang berbeda dari liburan kamu ke Bali, menuju lah ke barat pulau dewata. Ada secuil surga yang bakal kamu temukan di Pemuteran. Kalau biasanya kamu merasakan hingar-bingar saat liburan di Bali, di sini kamu akan merasakan suasana yang super duper tenang, dan santai. Jika kamu memang mendamba suasana yang beneran melepas stress tanpa harus hang over dan jadi mager keman-mana, ada baiknya kamu coba menuju wilayah Pemuteran. Kalo gak punya banyak waktu liburan, tenang aja, libur Sabtu dan Minggu sudah cukup untuk menikmati keindahan di wilayah Bali barat.

Setelah mengatur rencana sehari sebelumnya, saya dan dua orang teman bertemu di rumah teman yang akan kita pakai mobilnya untuk menuju ke Pemuteran. Daripada harus konvoi, mending kita pakai satu mobil saja, toh kami cuma bertiga.

Karena Bali Barat Itu Indah

Pagi kami berangkat dari Denpasar, karena kami melakukan trip ini di hari kedua lebaran, jalanan jadi padat merayap banget. Kami mengambil rute via Bedugul waktu itu, jadi ya lumayan kejebak macet saat kami melewati Botanical Garden. Bali saat lebaran jadi mendadak super macet, terutama di jalan menuju tempat wisata, gila deh! Perlu kamu pikirkan kembali, jika punya niat libur Lebaran ke Bali.

Sekitar 2 jam kami terjebak macet tepat di jalan depan pintu masuk Botanical Garden Bedugul ini. Daripada menggerutu kami nikmati saja kemacetan dengan camilan-camilan yang sudah kami bawa sebagai bekal perjalanan. Akhirnya kami terlepas dari kemacetan dan kembali menikmati perjalanan yang lebih lancar. Di tengah jalan, teman saya teringat bahwa ada satu wahana di daerah Munduk, yang sedang ramai digandrungi para wisatawan, terutama kaum muda penggiat medsos Instagram. Ada ayunan yang memacu adrenalin yang bikin kamu deg-degan sekaligus gembira, karena pemandangan nya bagus banget!

Walaupun cuma beberapa menit saja kami menikmati sensasi ayunan ini, mengingat masih harus berbagi dengan pengunjung lain yang sudah mengantri, sudah cukup membuat saya senang.

Lapar Adalah Penanda Untuk Istirahat Sejenak

Karena masih jauh menuju Pemuteran, kami pun bergegas kembali ke mobil meluncur di jalan aspal, sembari membuka jendela mobil, menikmati sejuknya udara wilayah Munduk yang kami lalui. Di tengah perjalanan, rasa lapar mulai datang, ternyata camilan yang kami bawa, tidak bisa memuaskan rasa rindu perut kami yang sudah terbiasa dengan nasi. Ya..namanya juga orang Indonesia.

Kami pun berhenti di sebuah restaurant yang cukup catchy di jalan yang kami lalui. Bangunan tinggi dengan ruang terbuka, bisa memanjakan mata sekaligus perut kami. Walaupun harga makanan di restaurant ini, menurut saya tidak cocok untuk budget traveler, rasa yang disajikan menurut indera pengecap saya, cukup sepadan lah. Apalagi kita sudah kadung lapar. Makin lahap lah makannya.

Restoran di munduk

Restauran kece yang saya lupa namanya. Dok;mainbentar

Seperti Berada Di Sumba Kembali

Setelah kenyang dan dirasa cukup tenaga untuk melanjutkan perjalanan, mobil kami kembali melesat di aspal mulus menuju Bukit Kursi yang jadi tujuan pertama kami ke Pemuteran. Tak banyak yang tau tentang keberadaan tempat ini, bahkan beberapa teman yang asli Bali, tidak tahu ada tempat yang namanya Bukit Kursi di tempat mereka lahir. Mungkin karena teman-teman saya anak kota kali yak?

Di bukit ini terdapat Pura tempat warga biasa sembahyang. Beberapa kali saya berpapasan dengan warga yang akan sembahyang di Pura Bukit Kursi. Walaupun jarang orang tahu tentang tempat ini, sumpah, pemandangan di sini indah banget! perbukitan dengan lalang yang cantik mengingatkan saya pada indahnya perbukitan di Sumba, yang sempat saya kunjungi beberapa bulan yang lalu.

Baca Juga : Tersesat Dalam Indahnya Sumba Bikin Kita Malas Pulang

Bukit Kursi di Pemuteran Bali

Pemandangan yang indah banget saat kami menyusuri tangga naik ke puncak bukit. Dok; mainbentar

tangga bukit kursi

Tangga yang akan membawamu menuju keindahan. Dok; mainbentar

Sebaiknya kamu baca dulu peringatan sebelum menaiki bukit. Dok; mainbentar

Sunset Bukit Kursi Yang Membuat Rahang Jatuh

Sebenarnya, rencana awal kami adalah menikmati sunrise di bukit ini, tapi tempat penginapan kami, masih jauh dari bukit ini, kami pun merubah rencana, daripada harus bolak-balik, mending kita nikmati saja bukit kursi sore ini. Dan keputusan yang kami ambil adalah keputusan yang tidak akan pernah kami sesali. Gokil! Pemandangan sore di bukit ini magis sekali, kami disuguhi pemandangan matahari tenggelam yang benar-benar sempurna. Jangan lupa, sebelum masuk ke ada tourist information dan kamu bisa memberikan retribusi se-ikhlasnya untuk dana pemeliharaan lingkungan.

Kelelahan menaiki anak-anak tangga menuju puncak bukit pun seketika hilang, terganti rasa takjub yang bikin kami senang. Tak mau kehilangan momen senja, saya dan teman pun mengabadikan kegembiraan kami, pas banget, seorang teman mempersiapkan balon-balon untuk berfoto. Tadinya saya agak malu untuk berfoto dengan balon-balon itu, semacam niat banget ya bok bawa-bawa balon ke bukit, ahahah. Tapi tak kaki duga, beberapa wisatawan yang juga berkunjung ke tempat ini malah ikut-ikutan berfoto dengan balon-balon itu 🙂

Bukit kursi pemuteran

Kami turun setelah matahari terbenam sempurna. Sebelum benar-benar gelap, kami turun menuju parkiran, dan melanjutkan perjalanan kami menuju penginapan. Sumber Kimma Hill. Sampai di penginapan, hari sudah gelap, mana pake kesasar pula. Tempat penginapan kami jalannya masuk-masuk banget, kanan kiri kami tak terlihat apa-apa karena gelap.

Pagi Yang Menakjubkan Di Sumberkima Hill Retreat

Tapi paginya, kami baru tau, penginapan kami dikelilingi pemandangan bukit-bukit yang indah, dan bersyukur banget bisa menikmati suasana pagi yang menakjubkan di tempat ini.

pagi di pemuteran Bali Barat

Pagi yang menakjubkan! Bangun pagi dengan suguhan pesona bukit dan cahaya emas yang terpantul dari selat jawa. Hanya bisa takjub dan bersyukur. Dok; mainbentar

Di tempat ini, karena cukup heits dengan kolam renangnya yang walaupun gak gede, tapi instagramable banget! kami juga tahu penginapan ini dari instagram, foto di kolam renang di Sumberkima Hill Retreat jadi salah satu bucket list kami. Emang bikin “rahang jatuh” juga sih ngeliat hasil foto-foto di sini.

Ampe kisut kita foto-foto di sini, setelah sarapan, kami menuju tempat yang namanya Gili Putih. Beneran ini tempat yang baru banget buat saya. Di tempat ini, karena masih belum terlalu siang, kami bisa menikmati pulau kecil di tengah laut ini, seperti pulau pribadi kami. Kami menyewa boat seharga Rp 300.000/boat dari warga lokal yang kami temui di perjalanan menuju dermaga Gili Putih. Satu boat bisa mengangkut maksimal 10 orang penumpang, jadi kalo kalian berbagi bayar dengan teman-teman, terasa murah banget kan. Menemukan jalan menuju dermaga ini, kami sempat bolak-balik dan beberapa kali bertanya pada warga yang kami temui. Mungkin map ini bisa membantu ;

Memecah Laut Menuju Gili Putih

Pulau yang terbentuk secara alami ini, saya rasa bakal jadi daya tarik para wisatawan datang ke wilayah Bali Barat. Berada di tengah-tengah laut dikelilingi pemandangan perbukitan dan laut biru sekaligus. Di Gili Putih ini, kamu bisa menikmati sunrise dan sunset di tempat yang sama. Kamu bisa camping juga loh di sini.

Berfoto hingga puas dan menikmati indahnya Gili Putih, saya meminta untuk diantarkan menuju tempat pelestarian terumbu karang tak jauh dari Gili Putih. Karena tidak membawa perlatan snorekling, jadi saya hanya berbekal kamera GoPro dan jaket pelampung untuk mendokumentasikan bio rock seadanya. Lumayan, mata jadi perih kena air laut.

Menurut informasi dari nakhoda boat kami, terumbu karang di daerah sekitar Gili putih menjadi rusak karena dulunya para nelayan, suka menangkap ikan dengan potasium. Sampai akhirnya, ada orang dari Belanda yang melakukan edukasi tentang pentingnya terumbu karang untuk kelanjutan kelestarian biota laut di wilayah Bali Barat.

Puluhan tahun dia melakukan pendekatan kepada nelayan dan pemerintah setempat sampai berhasil membuat bio rock dibantu nelayan dan pemerintah untuk pelestarian terumbu karang di wilayah Bali Barat. Dan orang Belanda itu adalah salah pemilik villa tempat kami menginap.

Karena sudah dekat dengan jam check out, kami kembali untuk membereskan bawaan kami dan membersihkan diri di penginapan. Sempat istirahat sebentar, karena kami meminta waktu tinggal ekstra, kami pun lanjut pulang menuju wilayah Denpasar tempat kami tinggal.

Terim kasih telah meluangkan waktu sejenak untuk menyimak serunya cerita mainbentar kali ini. Jika kamu suka dengan cerita kali ini, jangan lupa subscribe dan bagikan ke teman-teman kamu via media sosial di bawah ini. Sampai jumpa teman main.

Spread the love

2 Comments Merasakan Bali Yang Lebih Menakjubkan Di Pemuteran

    1. mainbentar

      Naah iyaaa, saya juga baru tau sih tempat ini…keren pemandangannya di sini. Terimakasih sudah berkunjung ya… saling follow ya, Mas.

Leave A Comment