Main kemanapun yang kamu mau! Bentar Aja...

Tempat

Catatan Perjalanan Myanmar 6D5N Day 4-New Bagan

Setelah kami menutup hari pertama kami di Bagan dengan pemandangan sunset yang spektakuler, di hari ke dua ini, kami berencana menikmati sunrise dan melanjutkan eksplorasi kami di New Bagan.

Sunrise Hari Ke Dua

Karena di hari pertama, kami tidak sempat melihat landmark dan penunjuk jalan yang bisa kami jadikan ancar-ancar menuju view point tempat menikmati sunrise, jadi, malam sebelumnya kami meminta saran kepada staff hotel arah menuju tempat menikmati matahari terbit. Mereka menyarankan untuk menuju pagoda Al-lo-min-to yang bersebelahan dengan view mound.

Al-lo-min-to pagoda

Dok; mainbentar

Kami tidur lebih awal agar bisa bangun lebih cepat dan menyiapkan perlengkapan untuk menikmati sunrise. Alarm di gawai kami pun sudah diatur.Lelah di hari pertama dan perut yang kenyang, membuat lelap tidur.

Terbangun saat bunyi alram yang sudah diatur berbunyi, tepat jam 04.30 pagi.

Tak perlu mandi, kami langsung memanggul tas yang sudah siap dengan perlatan untuk mengabadikan moment matahari terbit. Susana masih gelap, saat kami keluar dari hotel.

Dan dingin banget pastinya…..

Diantara Gelap Dan Debu

Kami buka peta digital google dan coba menelusuri jalan berpasir yang kadang bikin kami hampir terjatuh. Beberapa turis juga kami temui selama perjalanan mencari spot untuk menikmati sunrise, dan sama-sama terlihat kebingungan seperti kami.

Udahlah gelap, dan kita gak tau ada di mana, karena kayak masuk hutan-hutan gitu.

Beberapa kali kami harus putar balik karena kami menemukan jalan buntu. Gak ngerti ada di mana. Lumayan lama kami berputar-putar tak tentu arah mencoba mengikuti peta digital yang kadang hilang-timbul sinyal GPS-nya.

Berkat Dalam Bencana

Keadaan sudah mulai terang, beruntung akhirnya kami menemukan jalan yang benar membawa kami sampai di surise view poin. Tepat waktu, kami-pun masih bisa melihat ufuk yang perlahan terang dan matahari pagi perlahan muncul dari balik pepohonan.

Sunrise at old bagan

Dok; mainbentar

Sunrise-old-bagan

Kami datang dari arah berlawanan, dengan jalur saat hari pertama.

Ternyata, kami datang dari sisi belakang view poin yang kami datangi saat pertama kali sampai di Bagan. Dan saya menemukan spot yang keren banget di sini.

Jadi merasa beruntung…

Melihat puluhan balon udara terbang sambil menikmati hangatnya matahari pagi di tepi danau. Gilaa…ini pengalaman yang gak mungkin dilupakan.

Sunrise at Bagan

Ini epic banget siih, dan kamu wajib kesini. Dok; mainbentar

Puas berfoto dan menikmati matahari terbit, kami sempatkan untuk singgah ke Al-lo-min-to. Penasaran karena beberapa turis saya lihat, masuk ke pagoda ini.

Al-lo-min-to Pagoda

Dulunya, pagoda ini juga menjadi spot untuk menikmati sunrise, tapi karena gempa dan struktur bangunan yang sudah tua, turis dilarang naik ke pagoda. Walaupun ada beberapa turis yang bandel, naik ke atas. Dok; mainbentar

Tak berlama-lama, siang ini kami berencana untuk mengunjungi New Bagan yang juga menyimpan keindahannya sendiri. Ohh..iya, saya ingin membagi ancar-ancar untuk menuju ke view mound. Mudah-mudahan berguna saat kamu berada di Bagan.

View mound old bagan

Dari jalan besar Nyaung U Road, kamu cari deh tanda ini

Old Bagan

Ikuti saja jalan ini, oh iya jangan sampai salah, di Myanmar kita wajib berkendara di sebelah kanan. Dok; mainbentar

Kamu akan melihat banyak pagoda-pagoda yang instagramable untuk kamu unggah ke media sosial. ikuti terus jalannya sampai kamu menemukan tanjakan, tempat menikmati sunrise dan balon-balon udara terbang.

electric bike in Bagan

Nah dataran tinggi di belakang saya ini, adalah view mound. Dok; mainbentar

Di sekitar sini, semua tempat jadi fotogenik banget untuk berfoto. Asyik banget lah pokoknya.

Karena di hari terakhir kami di Bagan, kami berencana untuk mengunjungi wilayah New Bagan, kami bergegas balik ke hotel untuk sarapan dan bersiap menyusuri jalan, dan mencari spot sunset di sana.

sky view hotel in bagan

Sarapan beres, dan kami mengambil motor yang sewaan yang sudah diisi daya listriknya. Dok; mainbentar

Waktunya Eksplorasi Kota New Bagan

Dengan kecepatan seadanya, kami meluncur di jalan New Bagan, yang lebih rapih dan beraspal. Banyak pagoda-pagoda cantik di sepanjang perjalanan kami. Menggoda untuk kami hampiri.

New Bagan. Bagian paling selatan dari pemukiman di Bagan (tapi masih lebih dekat dengan kuil-kuil populer dibandingkan Nyaung U), memiliki suasana yang berbeda, suasana yang lebih santai. Harga untuk akomodasi dan makanan di New Bagan, masih dalam tarf menengah. Dibangun pada tahun 1990, ketika pemerintah memindahkan warga desa dari Old Bagan, dan New Bagan jauh dari pesona kolinial seperti di Nyaung U.

Trip Penuh Intuisi

New Bagan, walaupun masih terasa seperti suasana pedesaan di Indonesia, tetap menawarkan atmosfir yang nyaman dan menawarkan kesempatan untuk toko cinderamata lokal dan restoran.

Di New Bagan ini, kami hanya berpatokan pada intuisi untuk menuju pagoda mana yang harus kami hampiri. Karena saking banyaknya pagoda.

Kami sempat mampir ke salah satu pagoda, karena banyak turis yang datang kesana. Pagodanya cukup luas, dan rata-rata yang berkunjung kesana, selain orang Myanmar, saya juga melihat banyak orang India yang sembahyang di kuil ini.

Sama seperti di pagoda lainnya, pengunjung diwajibkan untuk melepas alas kaki dan memakai kain penutup seperti Long Yi.

New Bagan

Salah satu kuil yang kami hampiri berdasar intuisi saja. Dok; mainbentar

Kuil yang lumayan luas, dan lumayan panas juga ya, apalagi kami keliling tanpa alas kaki.

Maknyess.. rasanya.

Menikmati Makanan Khas Myanmar

Ok, karena hari sudah siang, dan masih ada tempat lain yang sepertinya cukup bagus untuk dikunjungi, kami beranjak dari kuil ini. Dan mencari makan siang dulu untuk mengisi tenaga sampai sore hari untuk menikmati sunset.

Berbekal informasi restoran yang paling direkomendasikan di mesin pencari. kami memilih 7 sisters restaurant sebagai tempat makan siang kami.Tempatnya nyaman, dan pilihan menu makanan baik lokal taupun internasional tersedia di sini.

7 sisters restaurant in new bagan

Dok; mainbentar

Di sini, saya memesan tea leaf salad, sebagai rekomendasi dari teman saya yang sudah lebih dulu mengunjungi Myanmar dan Bagan. Pucuk daun teh dicampur dengan kacang tanah dan rempah-rempah khas negara indochina,bikin rasa salad ini jadi unik. Selain saya tidak pernah memakan daun teh sebelumnya.

7 sisters restaurant in new Bagan

Ini dia penampakannya. Dok; mainbentar

Dari sini, kami melanjutkan eksplorasi kami di New Bagan, blusukan mencari pagoda-pagoda cantik untuk berfoto, selain untuk menikmati sunset di hari terakhir kami di Bagan.

Memang gak mudah sih, untuk menemukan jalan menuju pagoda-pagoda yang keliatan cantik saat kita melihatnya dari jalan raya. Melewati jalan tanah, dan kadang berpasir membuat kami harus ekstra hati-hati jika tak mau terperosok dan jatuh.

New Bagan

Dok; mainbentar

Lumayan, dari blusukan ini, kami menemukan pagoda yang kece dengan pemandangan yang aduhai. Ditambah udara sejuk bulan Januari di Bagan.

new bagan

Pagoda atau kuil yang kita temukan dari hasil blusukan. Dok; mainbentar

Nah, saat kita masuk, kita gak tau jalan menuju puncak, setiap sudut di dalam pagoda kita jelajahi. Sampai akhirnya kami menemukan tangga naik, di lorong sempit yang membawa kita ke atas kuil. Hati-hati saat menaiki tangga, selain gelap, walaupun di siang hari, lorongnya cuma muat satu orang aja. Tapi kuil ini punya pemandangan yang asyik banget sih…..

Dari atas kuil, kita bisa melihat banyak kuil di antara pucuk-pucuk pepohonan yang mirip hamparan rumput hijau. Langit biru saat kami berkunjung ke sini, bikin sumringah banget! Jadi lupa deh ama terik matahari selama perjalanan.

Aslik, kece abis nih kuil. Dari sini kita lanjut menyusuri jalan-jalan berdebu di New Bagan, demi hasrat mengeksplorasi kuil-kuil yang ada di tempat ini. Selain itu, nungguin waktu sunset datang juga, sih. Jadi nyari informasi dadakan deh.

New Bagan

Kita menemukan kuil besar yang kelihatan gagah dari kejauhan. Dok; mainbentar

Tipu-tipu Berbalut Rayu

Kami mencoba melihat lebih dekat, ternyata kuil ini direnovasi. Oh iya dari kuil sebelumnya, kami sempat membeli lukisan pasir yang dijual oleh warga lokal. Dia sempat bercerita kalau lukisan ini dibuat tangan oleh dia dan keluarganya, dan dia bercerita tentang susahnya mencari kerja di Bagan dan sulitnya menjual lukisan pasir kepada wisatawan.

Nah di kuil ini, kami juga ditawari lukisan yang sama, dengan cerita yang sama juga, ahahahhaa

Sepertinya cerita-cerita itu cuma trik agar lukisan mereka dibeli. Jadi kalo memang gak perlu-perlu banget sama lukisan pasir, sewaktu kamu berkunjung ke Bagan, ya gak usah dibeli. Agak ribet juga bawanya.

Tidak lama kami berada di sini, selain berdebu karena proses renovasi, kami juga masih penasaran dengan kuil-kuil yang masih banyak tersebar di sekitar kuil ini. Dan waktu menjelang matahari sudah dekat, jadi kami harus menemukan kuil mana yang kami jadikan spot menunggu sunset.

Sunset Super Hacep Di Hari Terakhir

Berkeliling, dan ada satu kuil yang saya lupa namanya, begitu ramai turis, dan penjual souvenir. Saya melihat ke atas kuil, sudah banyak turis yang menunggu momen matahari terbenam. Membuat saya urung, menjadikan kuil ini spot untuk menikmati sunset.

Akhirnya,setelah perdebatan kecil di anatara kami, partner saya ikut pada keputusan saya, menuju kuil yang tadi siang kami singgahi. Yang setelahnya kami tahu dari majalah traveling Myanmar, kuil ini sering disebut Temple 405.

Kurang ciamik apa coba pemandangan di kuil ini? Dok; mainbentar

Kuil ini mungkin tak banyak yang menyangka, kalo pemandangan sunset di sini benar-benar spektakuler. Sesuai intuisi saya, kuil ini memang spot terbaik untuk menikmati sunset. Sepi, jadi kami bisa leluasa saat memilih spot untuk mengambil gambar.

Tidak seperti hari pertama kami menikmati sunset di Bagan.

Baca Juga : Catatan Perjalanan Myanmar 6D5N Day 3 – Bagan

Hanya ada beberapa turis bule dan asia yang menikmati sunset di Temple 405 ini. Sambil menyiapkan kamera, saya beristirahat dan meneguk sebotol minuman bersoda yang menyegarkan kerongkongan. Masih beberapa menit menjelang matahari terbenam. Tapi nuansanya udah cakep banget..

Sunset In New Bagan

Dok; mainbentar

Masih sempat berkeliling kuil mencari spot terbaik, saya bertemu dengan seorang biksu yang juga menikmati setitik keindahan duniawi, ahzeeeig….. 😀

Kami sempat ngobrol, menanyakan asal negara saya. Dia cukup kaget ketika saya bilang dari Indonesia, karena pertama kali dia menduga, saya berasal dari Myanmar juga. Saat kami berbincang, sempat saya curi dengar obrolan turis dari Thailand dengan guide, menanyakan kenapa biaya naik balon udara di Bagan mahal sekali, lebih mahal dibanding yang ada di Capadocia. Guide itu hanya tersenyum. Ngeselin.

monk in new bagan

Cukup lama kami berbincang, dan saya sempatkan untuk mengambil gambarnya. Dok; mainbentar

Matahari mulai jatuh, saya meminta izin untuk mengabadikan moment sunset terciamik di Bagan ini, edan pecah abheeeesss!!!!

Sumpah keren banget!

sunset in temple 405 new bagan

Gilak, keren banget kaan?! Sempurna. Dok; mainbentar

Setiap Perjalanan Perlu Drama

Kami menikmati momen ini sampai matahari benar-benar hilang, pulang ke peraduan. Gak salah kalo nanti kamu juga berkunjung ke New Bagan, coba deh nikmati dari kuil ini.

Matahari sudah sepenuhnya hilang dari pandangan. Kami bergegas membereskan peralatan, dan menyalakan fungsi senter yang ada di gawai kami, karena jalan menuju lantai atas ini sempit dan gelap.

Panik, saat saya mencari kunci motor ternyata tidak ada di kantong tas, atau celana.

Hampir Putus Asa

Sial, pikir saya waktu itu. Kalo sampai terjatuh, betapa susahnya untuk dicari, mana sumber penerangan di kuil ini tidak ada. Akhirnya saya buru-buru turun dan memeriksa motor, takut hilang dicuri.

Syukurnya masih ada, dan….., kunci kontak masih menempel dengan posisi ON, dan aki masih menyala. Bodohnya saya. Ok, fix daya listrik motor sudah terbuang percuma. Sedangkan, jarak dari New Bagan ke hotel lumayan jauh.

Nekat. Sekaligus pasrah 🙁

Kami pacu kendaraan, di gelapnya jalan berdebu dan gelap. Harap-harap cemas juga, apakah kita bisa sampai hotel tanpa kehabisan daya listrik motor.

Syukur, kami bisa sampai dengan selamat di Old Bagan, malah sempat mampir makan malam dulu sebelum ke hotel. Ini hari terakhir kami di Bagan, besok kami akan menuju Mandalay. Menggunakan kereta yang sudah kami pesan via hotel.

Spread the love

6 Comments Catatan Perjalanan Myanmar 6D5N Day 4-New Bagan

  1. waahMas Edy Masrur

    Waah, beneran ajib tuh menyaksikan puluhan balon udara terbang sambil menikmati hangatnya matahari pagi di tepi danau. Mantap jiwaaa.

    Saya kok ikut jatuh cinta sama kuil-kuil eksotis itu. Serasa ada aura yang bikin kita pengen masuk dan menjelajahi isinya.

    1. mainbentar

      Nah iyaaaa Mas….., beeneran itu kuil-kuil emang bagus-bagus banget, bikin penasaran. Kalo Mas ke sana, yakin deh, bakal ada ratusan foto diunggah ke instagram. Sunrise di Bagan emang pecah banget sihh.. duh gak, pernah gagal sunrise-nya waktu saya di sana. Makasih ya udah mampir …🙏

    1. mainbentar

      Hai Nidy,

      Terima kasih sudah mampir. Aman kok di Myanmar, sepengalaman saya di sana, orangnya tulus. PAs aku ninggalin motor dengan kuncinya di Bagan, motor masih baik-baik saja dan gak hilang, alhamdulillah. Waktu di Yangoon juga sama, sewaktu tas teman saya terbuka, ada orang yang gak kenal ngejer dan ngingetin temen saya, tasnya kebuka.

Leave A Comment