Main kemanapun yang kamu mau! Bentar Aja...

Tempat

Catatan Perjalanan 6D5N Myanmar Day 2-Yangoon (Bag 1)

Hari kedua di Yangoon, kami berencana mengunjungi tempat-tempat yang belum sempat kami kunjungi di hari pertama. Salah satunya Inya Lake.

Hari ini adalah hari terakhir kami, karena malam harinya, kami akan berangkat menuju Bagan, salah satu tujuan para turis jika mengunjungi Myanmar. Kami pun mengkonfirmasi tiket bus perjalanan kami ke Bagan, yang kami pesan via receptionist. Rupanya, tiket kami telah tersedia.

Ok tiket sudah di tangan. Aman.

Tinggal menghabiskan hari di Yangoon, menuju tempat yang memungkinkan dikunjungi sampai waktu keberangkatan ke Bagan tiba. Karena waktu keberangkatan kami melewati jam check out, kami pun memperpanjang waktu tinggal kami di hotel sampai jam 6 sore. Karena kami butuh mandi dan bersih-bersih.

Tentunya dengan tambahan biaya, untuk perpanjangan waktu tinggal.

Inya Lake Yang Romantis

Inya lake

Dok; mainbentar

Berbekal peta wisata yang kami dapat di hotel, tujuan pertama kami adalah Inya Lake. Danau buatan di tengah kota Yangoon yang indah dan dikelilingi bangunan-bangunan modern.

Dibangun tahun 1882-1883 oleh bangsa Inggris, danau ini berfungsi sebagai sumber air tawar di Yangoon. Danau yang dikelilingi taman seluas 14 hektar ini, juga menjadi tempat kongkow dan meeting point muda-mudi Yangoon.

Dari hotel, kami membayar ongkos taksi sebesar Kyats 4000, sebelumnya kami sempat melihat rumah Aung San Suu Kyi, yang berhadapan langsung dengan Inya Lake. Tapi cuma bisa lihat gerbangnya saja, karena dijaga ketat oleh tentara.

Aung San Syu Ki House

Pagar depan rumah Aung San Suu Kyi, yang masih dijaga ketat oleh tentara. 15 Tahun dia menjadi tahanan rumah dan dibebaskan secara resmi oleh junta militer Myanmar pada 13 November 2010. Sumber; wikipedia indonesia. Dok; mainbentar

Sampai di Inya Lake, mata saya tertumbuk pada warung-warung gorengan yang bikin ngiler, sebelum menikmati kudapan-kudapan itu, saya susuri dulu Inya Lake yang saya yakin, bakal indah banget kalo menikmati sunset di sini.

Saking romantisnya tempat ini, kami beberapa kali melihat kaum muda Yangoon, memadu kasih disini. Anjiir ((( memadu kasiihhh….)))

Tapi emang beneran romantis sih..

Inya Lake

Inya Lake yang jadi spot romantis muda-mudi Myanmar memadu kasih. Dok;mainbentar

Lumayan lama kami berada di Inya Lake, walaupun sudah berasa panas matahari yang mulai naik.

Membawa payung, selalu masuk dalam check list saya saat traveling. Melindungi dari panas juga hujan saat kita liburan.

jadi kulit gak gosong-gosong amat, laah.

Ada track panjang di sisi danau yang biasa dipakai untuk berolah raga, atau sekedar menikmati danau dari sisi lain.

Inya Lake

Dok; mainbentar

Kami menyusuri jalan panjang ini. Rupanya, danau ini berada di atas jalan raya yang mengelilingi Inya Lake. Sebelah barat adalah Pyay Road, sebelah selatan adalah University Avenue, dan sebelah timur adalah Kaba Aye Pagoda Road.

Menikmati Kudapan Khas Ala Yangoon

Kami sempat turun dan menyusuri jalan University Avenue untuk mencari tempat makan siang. gerai-gerai makan di sekitar Inya Lake belum pada buka.

Ada juga sih yang sudah buka, tapi harus menyeberang jalan raya yang lebar banget. Dan menyebrang di Yangoon, lumayan menguji nyali!

Walaupun, gak ada motor di kota ini karena dilarang, tapi taxi dan bus-bus melaju dengan kecepatan dan kayak gak ada remnya gitu.

Sementara, jembatan penyebrangan lumayan jauh dari tempat kami berada. Kami putuskan untuk kembali ke arah pintu masuk Inya Lake. Dimana terdapat beberapa warung-warung yang menjual gorengan ala Myanmar dan minuman dingin.

Ok, masalah higienis atau nggak, buktinya saya masih baik-baik saja, sampai saya menuliskan catatan perjalanan ini. Dan sumpah, gorengan-gorengan ini enak banget!

Gorengan di inya lake

Seporsi gorengan dengan macam-macam jenis, seharga Kyats 2000. Jangan lupa bawa hand sanitizer ya. Dok; Mainbetar

Inya Lake

Dok; mainbentar

Kamu bisa memilih gorengan apa saja yang bakal jadi kudapan kamu sambil menikmati indahnya Inya Lake. Saya sempat kalap dengan pilihan gorengan yang banyak itu, kalo partner saya gak bilang cukup, waktu itu, saya mungkin sudah memesan segerobak gorengan. Sampe yang jual juga saya pesen.

Lebay…..

Sepiring gorengan dengan kecap bumbu yang enak banget, kalo kurang pedes, ada sambal khas yang bisa kamu temukan di negara-negara indochina, semacam sambal bajak, tapi pedes gila!

Ada juga termos yang berisi teh tawar hangat, yang disediakan gratis, tapi kami memesan minuman bersoda yang dingin, untuk menghilangkan dahaga kami.

Puas, menikmati Inya Lake. Kami pun, membuka peta wisata melihat tujuan kami berikutnya. Chauk Htat Gyi Temple, di mana kami akan melihat kemegahan patung Budha raksasa.

Bersambung…..

Spread the love

Leave A Comment