Bunaken-Short Trip Yang Bikin Kangen

Manado, kota di Sulawesi yang udah lama pengen banget saya sambangi, akhirnya punya kesempatan ke Bunaken dan juga buat main bentar ke kota ini. Di antara padatnya acara kantor, saya selalu mencari celah untuk menikmati kota yang saya kunjungi. Syukur, teman-teman seperjalanan dinas kali ini, punya kesamaan dengan saya. Makan dan eksplorasi destinasi wisata.

Jadilah kita membuat group WA untuk membicarakan trip tipis-tipis setelah pekerjaan kita selesai. Berbekal informasi yang kami dapatkan dari beberapa artikel di google, mulai dari kuliner yang wajib dicoba, sampai kegiatan short trip yang akhirnya membuat kami ngerasa poll banget liburan di Manado.

Saat Tiba Di Manado

Menginap di Aston Manado, salah satu hotel yang menurut saya layak banget buat dijadikan pilihan akomodasi, selain nyaman makanan di sini enak, lokasinya juga cukup strategis. Saya akan berikan reviewnya di post terpisah ya.

Hotel Aston Manado
Hotel Aston Manado tem[at kami menginap sekaligus acara kantor.Dok; mainbentar

Setelah berkutat dengan pekerjaan, akhirnya tiba juga hari libur kami. Karena rencana untuk menambah waktu tinggal kami, dan rencana liburan sudah matang, kami lalu checkout dari Aston Manado dan membawa semua lugage kami, karena akan pindah dan menginap semalam di kota Tomohon.

Trip 3 Pulau

Destinasi liburan pertama kami adalah mengunjungi 3 pulau dan snorkeling di Bunaken yang terkenal itu.

Kami ikut open trip dengan tarif Rp180.000/peserta yang kami dapat dari rekomendasi teman yang masih punya kerabat di Manado.

Bersama peserta trip lainnya, kami menunggu di dermaga sambil minum kopi dan mendokumentasikan hal-hal yang menarik yang ada di pelabuhan ini.

Jembatan Soekarno yang terkenal, tampak megah di depan kami. Saya sempat melihat penampakan jembatan ini dari atas, saat akan landing di airport Manado.

Sekitar 40 menit kami menunggu. Akhirnya panitia trip mengumpulkan semua peserta untuk diberikan informasi selama trip. Kapal penumpang untuk kami berlayar wisata 3 pulau mulai meninggalkan dermaga dan melewati Jembatan Soekarno yang gede banget itu. Ombak dan cuaca sangat bersahabat, bergelombang tapi tidak memabukkan.

Boat to Manado
Peserta diminta untuk naik ke boat dan memulau perjalanan. Dok;mainbentar
Boat trip 3 pulau Manado
Yuhuu akhirnya melaut dan menuju destinasi pertama trip 3 pulau.Dok; mainbentar

Salah satu teman trip saya, ada yang baru pulang dugem dan tidur hampir menjelang pagi, dan ini kesalahan terbesar, jika kita berencana melakukan perjalanan. Diantara hangover yang masih tersisa, ditambah goyangan-goyangan manja, yang sebenarnya masih bisa ditolerir untuk orang dalam kondisi normal. Dia akhirnya gak tahan untuk memuntahkan isi perutnya.

Pulau Siladen

Pulau Siladen Dari Atas
Dokumentasi : Manado Adventure

Sekitar 20 menit dari keberangkatan kami, sampai juga di destinasi pertama, Pulau Siladen. Kapal kami bersandar, dan penumpang berjalan menyusuri jembatan mencapai bibir pantai. Pulau ini indah banget.

Pasir putih, dan pepohonan super rindang, serta air laut yang terlihat jernih, bikin semua peserta gak tahan buat main-main air dan berfoto. Para crew dari trip organizer kami pun, dengan sigap mengabadikan setiap peserta.

Lumayan canggih juga sih peralatan perekam gambar mereka, sampai ada drone segala. Menikmati segelas teh hangat dan menikmati Manado Tua yang tampak di seberang kami, tak lama, semua peserta dipanggil naik ke atas kapal, mengarungi laut kembali, untuk menuju destinasi selanjutnya. Pulau Nain.

Singgah Sebentar Di Pulau Nain

Pulau yang cukup unik, karena pulau ini hanya muncul pada jam tertentu dan akan tenggelam lagi saat air laut pasang. Jadi kami diminta bergegas dan lumayan terburu-buru mendatangi pulau ini. Kalo dipikir-pikir beberapa tempat punya fenomena alam seperti ini, salah satunya di Bali bagian barat, saat saya berkunjung ke pulau putih Sumberkima.

Pulau nain  bunaken Manado
Pulau yang timbul pada jam-jam tertentu saja.

Baca Juga : Merasakan Bali Yang Menakjubkan Di Pemuteran 

Tujuan wisata terakhir ini yang cukup epik dan sudah lama bikin saya penasaran sejak lama, ada rasa syukur yang terucap di hati, akhirnya bisa juga berkunjung ke sini. Bunaken.

Akhirnya Sampai Di Bunaken

Saat sampai di Bunaken, sebenarnya saya agak-agak gimana gitu ya, berbeda dengan ekspektasi yang ada di kepala saya. Saya rasa pulau Bunaken perlu ditata lagi, agar lebih rapih. Sesapuan mata saat datang, saya hanya melihat toko-toko souvenir, pun saya tak niat untuk berkeliling.

Karena peserta trip dibebaskan untuk memilih, apakah ikut snorkeling atau tidak, saya yang sudah excited, menuju kios penyewaan dan menyewa fins dan snorkel saja, harganya Rp100.000.

Ada juga peserta yang sekalian meminjam wetsuit dan dikenakan biaya Rp150.000. Sebenarnya gak ngaruh-ngaruh amat sih wetsuit kalo cuma buat snorkling. Jadi saya putuskan untuk tidak menyewa

Lalu, setelah semua peserta yang sudah siap dengan peralatan snorkeling mereka, dipersilahkan untuk naik ke kapal dan menuju ke spot snorkeling, menjauh dari pulau.

Snorkeling Biar Poll

Semua peserta tampak excited menuju spot snorkeling di Bunaken yang sudah kesohor dengan keindahan alam bawah lautnya. Beberapa peserta dan rombongannya yang masih kinyis-kinyis ngobrol setengah berteriak, mungkin karena adrenaline yang meluap-luap, atau tipikal anak ibu kota (walaupun sebenarnya dari Bekasi) kalo sedang di daerah kudu kencang suaranya, menandakan mereka datang dari jekardah.

ahahaha, knapa jadi nyinyir yak.

Semua sumringah saat nakhoda kapal mematikan mesin tanda kita sudah sampai di spot snorkeling. Saking jernihnya air, kami sampai bisa melihat terumbu karang yang ada di bawah. Trip organizer memberikan briefing singkat kepada semua peserta. Briefing seputar bagaimana tetap aman selama kita melakukan snorkeling.

Ada hal yang membuat saya merasa janggal, dari briefing yang diberikan oleh trip organizer. Salah satu panitia trip memberikan saran saat sesi foto bawah air nanti, mereka malah menyarankan peserta untuk berdiri di atas karang, dan memegang terumbu karang saat berfoto agar tetap bertahan di dalam air.

Gila sih..

Ya saya cuma mendengarkan saja arahan mereka, sambil menyiapkan kamera aksi untuk perekaman saat snorkeling nanti. Fins sudah siap, jaket pengaman sudah dipakai, ahaha cupu ya, karena saya sebenarnya takut dengan kedalaman laut, dan suka paranoid kalo di laut, jadinya ya, mending pake jaket pengaman aja deh.

Ayo Nyebur Dan Bersukacita

Snorkeling Di Bunaken

Tampak beberapa peserta dan kelompoknya, asik bergerombol dan berenang bareng. Karena teman group saya tidak ikut program snorkeling, jadi ya saya berenang sendiri membentuk kelompok bersama peserta lain yang datang sendiri, atau teman se-group-nya gak ikut program snorkeling.

Saya tetep asik aja sih walaupun sendiri, menikmati pemandangan bawah laut yang indah, benar-benar jernih dan ikan-ikan warna-warni sliweran di depan saya. Bagus banget. Beberapa terumbu karang tampak hancur tapi masih ada sebagian besar di spot snorkeling kami yang masih tersisa keindahannya.

Perang Batin Di Keindahan Bunaken

Saat saya sedang asik menikmati keindahan terumbu karang daan ikan-ikan indah, photographer trip mendekati saya, ingin mendokumentasikan saya di bawah air, saya seneng banget doong ada yang motoin saya, akhirnya. Nah pas mau nyelam untuk pengambilan foto dalam air itu lah, assistant Photographer itu bilang ke saya “ Mas, nanti pas di bawah, pegang karangnya ya, biar bisa lama di dalam air”

Tak lama dia menghitung dan menekan pundak saya untuk menenggelamkan saya dan photographer sudah siap di dalam air, saya yang gak rela memegang terumbu karang jadi gelagapan saat akan di foto, ada perang di batin saat itu. Saya senang jika foto saya di sosmed memperoleh banyak likes dan komen, tapi gak gini juga sih caranya. Alhasil, cuma foto saya yang paling jelek, dan terpaksa dihapus. Saya pun tak mau mengulangi sesi foto itu. Biar saja.

Snorkeling di Bunaken Manado
Salah satu peserta yang menuruti tips dari trip organizer demi foto ciamik.

Rupanya Bunaken Tak Seindah Dulu

Puas, dan ngerasa poll banget lah rasanya, setidaknya sudah pernah snorkeling di Bunaken. Waktu untuk program ini pun habis, para peserta diminta untuk kembali ke kapal, kembali ke pulau Bunaken. Kami pun naik dan menyimpan alat snorkeling kami. Saya sempat berkenalan dengan salah satu peserta yang juga baru pertama kali ke Manado, itupun karena tugas kantor. Sama seperti saya. Kami sama-sama berjemur di haluan kapal untuk mengeringkan badan yang basah karena air laut.

“Masih bagusan di Karimun Jawa, Mas. Daripada di sini” seloroh nya sambil menikmati hangatnya matahari sore.

“Wah saya belum pernah ke Karimun Jawa” jawab saya.

“Harus ke sana, Mas. Lebih keren”

Memang sih, banyak yang bilang kalo Bunaken itu udah gak keren lagi seperti dulu, mungkin salah satunya karena kurang edukasi informasi untuk trip operator, ikut menjaga kelestarian terumbu karang yang ada di lingkungan mereka.

Tak lama sampailah kami kembali di Pulau Bunaken. Kami yang tadi menyewa alat dan wetsuit snorkeling dipersilahkan untuk melakukan pengembalian dan membersihkan diri di kamar mandi umum yang dikelola warga dengan membayar Rp15.000 untuk mandi dan Rp5.000 untuk buang air.

Kembali Ke Manado Berkejaran Dengan Ombak

Semua peserta trip diminta untuk cepat-cepat kembali ke boat, karena musim pancaroba, ombak akan lebih besar dan cukup ganas jika kita pulang terlalu sore. Teman satu trip saya, yang dari berangkat tadi sudah mulai mabuk dan masuk angin, cuma bisa berdoa dalam hati, untuk perjalanan pulang yang panjang ini. Saya pun akhirnya menenggak 1 tablet antimo, dan beberapa menit kemudian tertidur lelap, sambil berharap kapal ini cepat sampai dan tak sampai muntah. Karena mual sudah saya rasakan.

Syukurlah Semua Selamat Dan Siap Menuju Tomohon

Entah berapa lama perjalanan sampai kami tiba di dermaga tempat kami mengawali perjalanan, saat saya terbangun, kapal kami sudah melintas Jembatan Soekarno, lega rasanya. Langit sudah gelap, saat kami tiba di dermaga. Supir kami, Oom Leksi, dan teman trip yang tidak ikut ke Buaken, telah menunggu sedari tadi, ada rasa kuatir yang mereka rasakan, karena seharusnya menurut jadwal, kami sudah tiba pukul 5 sore. Syukurlah semua baik-baik saja.

Mencari makan malam bareng. Kami pun melanjutkan perjalanan sesuai rencana kami, menuju Tomohon. Nanti akan saya ceritakan di postingan berikutnya ya.
Sekarang kamu nikmatin aja dulu video oleh-oleh untuk peserta open trip Manado Adventure.

Terima kasih untuk kamu yang telah membaca cerita ini. Jika ada informasi yang ingin kamu tambahkan, jangan ragu untuk menuliskannya di kolom komentar. Jika kamu suka dengan tulisan ini, bagikan ke teman-teman kamu via sosial media di bawah ini ya.  

Spread the love

Comments

  1. aldhi fajar maudhi

    Ya ampun Bunakennn,,
    sempet mupeng pas beberapa saat lalu lihat videonya tentang bunaken di youtube.
    sempet berkhayal kapan bisa kesini langsung hiks
    Semoga bisa jadi kenyataan

    1. Post
      Author
      mainbentar

      Hi Aldhi, terima kasih ya udah mampir. Merasa beruntung banget bisa ke sini, ini juga karena urusan kantor juga sih. Lumayan kan tiket pesawatnya udah ditanggung, heheh. Semoga bisa segera terwujud ya mimpinya bisa main ke Bunaken.

  2. Pingback: Best Western Manado-Pengalaman Menginap Semalam |

Jangan lupa meninggalkan komentar. Karena komentar yang kamu tinggalkan, memberi harapan baik untuk blog ini :)